Mata Hati

Ketika Persekongkolan Mengabaikan Nilai

Thu, 17 September 2009 - 10:40 | visits : 1083

Pinang-meminang antara para calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) berakhir sudah. Entah apa dan berapa jumlah ‘mas kawin’nya, tak jelas terdengar. Yang kita tahu cuma perhelatan tiap pasangan berlangsung meriah dan diusahakan se-heroik mungkin. Heroik, karena acara dilakukan di tempat yang memiliki nilai sejarah, seperti Tugu Proklamator, atau tempat lainnya. Pernyataan-pernyataan mereka pun meniru-niru tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan, bahkan tidak segan-segan memproklamirkan diri sebagai harapan bangsa. “Hanya akulah satu-satunya yang mampu menolong bangsa ini,” itu inti kampanye mereka, walaupun disampaikan secara malu-malu.

Comments


Group

Top