Mata Hati

Korupsi Dan Basa Basi

Tue, 6 October 2009 - 15:10 | visits : 1134

Korupsi bukanlah perilaku baru, namun juga perilaku yang tidak pernah habis. Musa, ribuan tahun yang lalu dalam Ulangan 16:19, berkata : Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang orang bijaksana dan memurtabalikkan perkataan orang orang benar.
Korupsi tidak melulu monopoli para politisi atau pegawai negeri, tetapi juga pekerja, pengusaha dan rohaniawan yang kehilangan “mata kerohaniannya”. Amos dalam teguran yang sangat keras (psl 2- 4), membuka kebusukan para pemimpin politik dan Imam yang memanipulasi persembahan dan perpuluhan untuk kepentingan diri sendiri. Mereka memperjual belikan kebenaran, memeras orang miskin. Hati nurani tidak lagi berbunyi, yang ada cuma semangat dan konsentrasi tinggi untuk bisa korupsi. Kebejatan moral yang sangat menggelisahkan. Munculnya Amos yang sejatinya seorang peternak sangat luar biasa dan ditampilkan dengan keberanian yang luar biasa pula. Ia berbicara pada kerajaan Israel di utara dan juga Yehuda di selatan. Menelanjangi ketidakadilan dan ketidakbenaran yang merajalela dijamannya, adalah hal yang langka diera kita.

Comments


Group

Top