
Bagi mereka, cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya” (2 Petrus 2: 22).
Ungkapan yang digunakan oleh Rasul Petrus ini merupakan lukisan para guru palsu yang sangat doyan berbuat dosa. Mereka mengumbar kata-kata hampa dan nafsu kecemaran. “Bagaikan anjing yang menjilat muntahnya, atau babi yang kembali ke kubangannya (tempatnya membuang kotoran)”, begitulah perilaku mereka, yang dilakukan terus-menerus tanpa rasa malu apalagi jera. Mereka sangat menikmati kebobrokan moralnya bahkan bangga dengan reputasi buruknya itu.