
Pemberitaan Injil adalah tugas yang melekat pada gereja. Di mana gereja berada, maka di situ Injil harus diberitakan. Gereja yang tidak memberitakan Injil sama dengan gereja yang mati suri: memiliki raga namun tanpa jiwa. Itulah sebabnya pemberitaan Injil yang didasarkan pada Matius 28:19-20 disebut sebagai “amanat agung”. Keagungan amanat itu terletak pada pemberi perintah, yaitu Yesus Kristus, kepala gereja yang agung. Sementara amanatnya adalah memberitakan Injil yang berpusat pada Yesus Kristus yang datang menyatakan diri di Bumi, kepada umat manusia (I Korintus 15:1-8). Dan amanat yang agung itu ditujukan kepada orang percaya, yang sejatinya tidak agung, agar menjadi agung, dengan memberitakan Injil.