
KATA-Nya kepada mereka semua, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9: 23). Ini adalah perkataan agung yang diucapkan Yesus. Bukan saja kata yang sarat makna, tapi juga kata yang penuh kuasa. Namun, dalam perspektif manusia daging segera protes meluncur deras, karena yang tampak adalah peniadaan hak. Dan, peniadaan hak setali tiga uang dengan pelucutan kebebasan.
Ya, kebebasan, yang menjadi idola manusia modern, sekaligus kebebasan yang juga menciptakan banyak permasalahan. Kebebasan yang bisa jadi menghapus garis batas moral, sehingga yang amoral pun dianggap sah, bebas. Sementara, di sisi lain juga bisa jadi tindakan anarkis, ketika si mayoritas merasa bebas melakukan apa saja terhadap yang minoritas. Ya, kebebasan bisa jadi sosok menakutkan bahkan mematikan. Tapi, tanpa kebebasan apa jadinya manusia?