Mata Hati

Harapan Baru Di Tahun Baru

Tue, 6 October 2009 - 16:34 | visits : 1920
KATA harapan baru dalam memasuki tahun baru, sudah menjadi kata klise yang kehilangan bobot. Bagaimana tidak, tiap kali kata itu diucapkan tak selalu diikuti oleh kenyataan. Bahkan tak jarang yang terjadi malah sebaliknya. Atau yang lebih ironis lagi, sudah diperhitungkan dengan teliti bahwa krisis akan terjadi, namun akal sehat seakan terbunuh, tetap saja harapan baru yang terucap. Harapan baru yang sering kali membuat orang terlena, tak lagi berjaga dan akhirnya harus kecewa, karena tak pernah siap.
Mengapa harus mengumbar harapan baru jika memang situasi tak berpihak pada diri? Jawaban yang juga klise adalah optimisme. Ya, optimis, tiap orang harus optimis akan masa depan, tidak boleh pesimis, teriak penganut teori motivasi yang kini kian menjamur. Belum lagi obsesi berpikir positif, jadi optimis saja. Begitu juga dengan alasan beriman, maka tiap orang digugat harus optimis. Apakah optimis salah? Mungkin Anda juga turut menyanggah saat membaca tulisan ini. Maka jawabnya jelas, tentu saja tidak. Tapi, itu tidak juga berarti benar.

Comments


Group

Top