PERCAYA atau tidak, sejak jaman Yesus melayani, bahkan di era Perjanjian Lama (PL), perilaku berbakti demi roti ternyata telah lama bersemi. Pelayanan Yesus selalu ramai dengan orang-orang dari berbagai kelas, juga berbagai motivasi. Dengan mudah kita menemukan Yesus yang melayani kelas bawah, namun DIA tak kagok di lingkungan elit. Melayani tanpa pernah terjebak motivasi yang salah, membedakan pelayanan berdasarkan kelas tertentu. Yesus yang melayani dalam kebenaran yang utuh, tak pernah sungkan menghardik, bahkan mencela siapa saja yang berlaku salah. Bahkan ahli Taurat disebutnya si pemimpin buta, yang penuh dengan perilaku tercela. Orang kaya disindirnya sebagai manusia yang terikat dengan harta, juga susah masuk surga.