Ketika semakin hari kemajuan semakin luar biasa, teknologi semakin tinggi mengagumkan. Berbagai penemuan kita dapatkan, peningkatan ekonomi pada berbagai bidang sekalipun ada penurunan di sana sini. Teknologi menjadi sangat luar biasa. Dulu kita berjalan kaki, kini bisa naik pesawat terbang dengan kecepatan tinggi. Kalau dulu pengobatan hanyalah sekadar sebuah impian, kini sudah menjadi kenyataan. Segala sesuatu dilakukan, segala sesuatu dikerjakan dengan hasil yang menggembiarakan luar biasa, semakin banyak semakin mudah menemukan apa yang diinginkan.
Namun saat yang bersamaan ada yang semakin langka yaitu kejujuran. Kejujuran seperti benda langka yang sulit ditemukan. Kejujuran menjadi sesuatu yang sulit untuk diharapkan. Mengapa? Karena pada saat yang bersamaan ternyata kebohongan menjadi kebiasaan. Kebohongan bahkan dianggap bumbu yang harus ada dalam sebuah permainan politik, bumbu yang harus ada dalam pidato-pidato yang diplomatis.
Ya, kejujuran seakan-akan tak lagi punya ruang. Kebanggaan akan kejujuran di masa lampau telah ditinggalkan. Keahlian berbohong kini justru sangat diandalkan. Ironis bukan? Betapa mahalnya kejujuran karena dia semakin langka. Mudah mencari orang pintar, mudah mencari perubahan, mudah menemukan berbagai hal yang luar biasa. Yang dulu tidak ada sekarang sudah ada. Tetapi semakin sulit menemukan kejujuran. Semakin mahal harga kejujuran, semakin langka orang yang jujur dalam kehidupan.
Kita membutuhkan pemimpin yang jujur, kita butuh parlemen yang jujur, kita butuh pejabat yang jujur , kita butuh rakyat yang jujur. Bukan saling meniadakan, bukan saling mengakali tetapi bahu-membahu dalam kejujuran untuk membangun kehidupan bersama-sama sehingga menjalani hari-hari dengan sangat indah, karena ada kejujuran di sana.
Semoga Anda dan saya akan memperpanjang barisan kejujuran, sehingga ini tidak sekadar menjadi cita-cita tetapi menjadi wujud nyata. Catatkan diri Anda. Pastikan Anda menyukai kejujuran, bukan kebohongan. Selamat untuk berperilaku jujur. Selamat untuk jujur, selamat datang di dunia kejujuran yang langka. Semoga kita di sana.
Bersama saya
Bigman Sirait