Dimensi Iman

Bahaya Percabulan

Mon, 6 September 2010 - 17:31 | visits : 4657
PRODUK Ringkasan Acara TV

Talkshow Dimensi Iman Kristiani di Indovision, Juli 2010
Disari oleh Lidya Wattimena

Talkshow “Dimensi Iman Kristiani” dibuka oleh host Anis Mubarik Gani, “tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri, ” kutipan surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.

Kutipan yang Anis pertanyakan seakan-akan mendegradasi perkawinan menjadi sekedar tempat salurkan birahi. Berbeda benar dengan definisi elegan tentang pernikahan yang ditulis di Kitab Kejadian; pernikahan sebagai kesatuan indah untuk hidup bersama.

Menanggapi hal ini, Pdt. Bigman Sirait memberikan penje-lasan: “Kitab Kejadian mengurai pernikahan sebagai design of God, saat manusia belum jatuh ke dalam dosa. Sebaliknya, Paulus melalui Korintus menyingkapi kehidupan pernikahan yang telah mengalami degradasi.”

“Kitab Kejadian dan 1 Korintus 7:1-9, memaknai pernikahan dalam konsep yang sama, namun konteks yang berbeda. Intinya: Pertama, pernikahan adalah 2 menjadi 1. Kedua, hubungan suami-istri memiliki relasi tertinggi di muka bumi. Ketiga, kehidupan seks dalam pernikahan adalah relasi bukan rekreasi. Tiap pasangan berhak atas tubuh pasangannya, maka ketika harus pisah ranjang itu hanya terjadi atas kesepakatan bersama, demi perbaikan/introspeksi diri agar bisa bersama lagi,” urai Pdt. Bigman Sirait dengan lugasnya.

Kehadiran An An Sylviana dan Juaniva Sidharta memperdalam isu yang dibahas. Mungkinkah hubungan sex antara suami dan istri jadi immoral ? An An katakan, percabulan di luar pernikahan ! Tetapi Juaniva menimpali, “ variasi dalam hubungan sex antara pasangan suami istri, tidak jarang jadi jauh, sejauh gunakan materi pornografi misalnya “.

Perbincangan semakin seru dan Anis tanya-kan banyak pertanyaan baru: “Apakah percabulan hanya bisa terjadi di luar nikah? Bolehkah lalu misalnya pasangan suami istri gunakan materi pornografi tingkatkan birahi pasangan? Bagaimana dengan sex toys? Sekedar persoalan bijak, tidak bijak? Perlu, tidak perlu? Atau, persoalan dosa, tidak dosa?

Pendiri Pelayanan Media An-tiokhia kembali memberi pen-cerahan: “Pernikahan melegalkan hubungan suami-istri. Variasi atau improvisasi adalah bagian seni yang harus santun dan tidak sepihak. Memiliki hubungan moral dengan kondisi siap, tidak saling memaksa. Persoalannya ketika improvisasi itu menggila dan kreativitas sex menjadi sejauh misalnya anal sex, sodomi dan bergantung pada materi – materi pornografi serta penyimpangan sex lainnya.

Topik menarik yang jarang dibicarakan terbuka ini, akhirnya harus berakhir dengan meninggalkan pesan penting: “Iman Kristen, kaya dalam pemahaman. Jangan biarkan orang lain menikmati kekayaan ini, dan kita sendiri kehilangan. Orang Kristen perlu menyadari diri bahwa Iman Kristen kaya akan kebenaran Al lah, yang mampu memerdekakan orang percaya hidup berkemenangan.” tandas Pdt. Bigman Sirait dengan penuh keseriusan.

Comments


Group

Top