Profil

Hendry Surya, Ketua PAMA Pemimpin Yang Melayani

Thu, 17 March 2011 - 15:04 | visits : 4142
Tags : Pemimpin
Hendry Surya

Kesadaran akan arti kehidupan, pasti membawa seseorang berjalan ke arah yang benar. Posisi, kekayaan, kepopuleran, bukan segalanya dari tujuan menemukan arti itu. Sebaliknya mencari dan melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kekekalan (kehidupan nanti), menjadi fokus dari seluruh aktivitas. Hendry Surya menemukan arti ini, dengan menerima kepercayaan sebagai ketua PAMA.

KEPEMIMPINAN DARI PENGHARGAAN

Kepemimpinan di PAMA merupakan penghargaan daHENDRY SURYA, Ketua PAMAn kesempatan bagi pria kelahiran 8 Juli 1960 ini. Hendry meyakini kehadiran PAMA adalah agar Injil Tuhan dapat terus diberitakan dan semakin meluas. Seiring dengan kepemimpinannya di PAMA, Hendry yang juga adalah direktur The Ary Suta center, fokus pada kepemimpinan, strategi, dan berpikir kritis. “Ini sama-sama saling menunjang seluruh pelayanan,” papar Hendry.

“Mengacu pada yang sudah ada. PAMA bersuara memberitakan injil melalui CD, buku, tabloid, website, radio, TV, bahkan kembali menghadirkan buletin di bulan Mei 2010. Khusus melalui Indovision/family chanel kabel vision, PAMA membahas tentang keluarga Kristen. Hal ini mendapat tanggapan baik dari audiens, ” tegas ayah Theresa Christina dan Timothy Jonatan ini.

“Mengemas setiap penyiaran PAMA berdasarkan prinsip Alkitab/Injil. Sehingga pemberitaan tidak keluar dari koridor yang benar, supaya masyarakat tidak diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran sesat adalah kekuatan dari pelayanan PAMA,” tutur pria tegas berhati sahabat ini.

Hendry meyakinkan diri melalui kepemimpinannya di PAMA, semoga bersama tim semakin memperkuat pelayanan PAMA. “Dengan kebersamaan kita dapat mencapai tujuan kita, ” menjadi motto Hendry. Ini yang selalu memberi gerak dalam kepemimpinan Hendry. Membangun, memantapkan staf-staf PAMA yang bekerja fulltime di sekretariat, menjadi agenda selanjutnya.

BEKERJA UNTUK TUHAN

Sebagai seorang profesional, lulusan STEI, jurusan accounting ini, tetap mampu melihat pelayanan sebagai panggilan hidup yang harus dikerjakan.“Bekerja bagi Tuhan, bukan untuk ma-nusia, ” tandas Hendry dengan dalam. Pekerjaan, keluarga, dan pelayanan adalah bidang yang berbeda, na-mun tetap memberi tempat penting yang dapat dilakukan Hendry dengan bijak. Membangun keber-samaan, menjadikan relasi dan jaringan yang luas dalam lingkungan pergaulan Hendry. Kepedul ian serta sikap menghargai persahabatan, dapat dirasakan saat bersama-sama dengannya.

Sosok yang terlihat vokal ini, terkesan sangat yakin dengan setiap ide-idenya. Hendry menjadi sosok yang dipercaya untuk memimpin sebuah lembaga pelayanan yang besar. Hendry merasa masih banyak kekurangan dan belum maksimal. Kesadaran ini mendorong Hendry, bertekad untuk dapat semakin meningkatkan perhatian dan kemampuannya di PAMA.

Tak ketinggalan dengan senyum dan semangatnya, Hendry menghimbau seluruh mitra PAMA untuk terus bekerjasama. “PAMA merupakan yayasan yang sedang berkembang, masih tetap ada kelemahan-kelemahannya. Input-input dari mitra PAMA sangat diharapkan. Dapat dikirimkan ke email : pama_yayasan@yahoo.com click selalu website: http://www.yapama.org, ” pesan Hendry menutup perbincangan berarti, di siang itu.

Comments


Group

Top