Profil

Handoko Supranoto, Konsistensi

Author : Lidya | Wed, 16 March 2011 - 17:51 | visits : 6403

HANDOKO Supranoto, lahir di Banyumas pada 16 April 1958. Sejak 1995, Handoko telah merintis usaha di bidang angkutan, khusus konteiner dengan nama perusahan: Hagajaya Kemasindo Sarana (HKS).

Handoko dikaruniai istri yang cantik dan anggun bernama Ekarina. Wanita kalem, yang juga baik hati ini, telah memberi kebahagiaan tersendiri dalam kehidupan Handoko.
Kesibukan Handoko sebagai pemilik dan pemimpin perusahaan, tidak membuatnya alpa dalam memberi perhatian untuk kedua buah hati: Nixie Pyrena dan Michele Nathaya. Makan malam selalu diupayakan Handoko bersama keluarga tercinta. Hari Sabtu-Minggu, khusus diberikannya untuk keluarga.
Menjadi pengusaha yang benar adalah tekad Handoko. Konsistensi adalah sikap yang dilakukannya dalam memimpin 60 karyawan yang saat ini bekerja di perusahaannya. Mengayomi dan memberi teladan adalah upaya untuk selalu dapat diwujudkannya.


Handoko menerapkan keteladanan dan konsistensi,dalam membangun kepemim-pinannya di perusahaan.
Handoko memerhatikan mereka yang terabaikan. Melayani bukan pelayanan, suatu perbuatan nyata bukan kegiatan semata. Tidak memberi yang bekas, melainkan yang terbaru. Inilah prinsip-prinsip yang ingin terus diwujudkan Handoko, ketika hadir menjadi saksi Tuhan kepada seluruh karyawannya di HKS, yang sebagian besar bukan Kristen.
Handoko terpanggil untuk melayani. Kepercayaan yang dia emban sebagai penasihat PAMA, disyukurinya dalam kejujuran. “PAMA adalah media pembe-ritaan Injil, yang dapat mencerdaskan umat Kristen,” ujarnya seraya melanjutkan bahwa inilah yang mendorong keterlibatan, pria pekerja keras ini di lembaga tersebut.
Handoko memiliki harapan besar dengan PAMA. “Jika kini, PAMA telah hadir di 30 stasiun radio di berbagai kota, bahkan di Indovision dan Kabel Vision, maka sudah waktunya, PAMA merambah sampai ke seluruh Indonesia, menerobos ke TV umum, seperti: TV One, Metro TV, RCTI, SCTV, dan yang lainnya, agar dapat dinik-mati banyak orang,” harapnya.
“Mari bergandeng tangan, saling membantu, dan konsisten. Tidak sekadar menyuarakan tapi membuktikannya, sehingga semua mengerjakan pelayanan berarti ini secara bersama, bukan hanya dibebankan pada satu orang saja,” tambah Handoko penuh semangat.


Handoko tak lupa memberi pesan: “PAMA perlu meningkatkan SDM. Memba-ngun komunikasi antar tim untuk lebih aktif. Melakukan follow up terhadap seluruh program pelayanan PAMA, agar dapat mengetahui sejauh mana pengaruh/dampak pelayanan ini, untuk masyarakat Kristen secara luas”.
Handoko, sosok bersahaja yang menjadi berkat. Menghadirkan kesaksian nyata, terhadap sesama dalam keseharian.

Comments


Group

Top