BISA dikatakan, saat ini Indonesia memasuki periode baru bahkan pengharapan baru dengan tampilnya pemimpin baru: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (MJK). Sebagai bangsa yang sedang berupaya keluar dari lembah kesulitan, kita tentu mengharapkan agar pemerintah yang berdasarkan hasil pemilihan presiden 20 September 2004 lalu mendapat dukungan dari lebih 60 persen rakyat - mampu menggiring kita ke puncak kejayaan.
Khusus bagi kita umat Kristen, ketegasan dan konsistensi kedua pemimpin ini sangat perlu guna terwujudnya kebebasan melaksa-nakan ibadah yang sejak beberapa tahun terakhir sering mengalami hambatan. Memilukan sekaligus memalukan, di negeri yang katanya agamis dan berbudaya ini, begitu sulit mendirikan gereja. Bahkan gereja yang sudah berdiri sejak lama pun, bisa dirusak oleh sekumpulan orang liar dengan maksud dan alasan yang tidak jelas.
Peristiwa terbaru, yakni dibubar-kannya acara ibadah/kebaktian di kompleks sekolah Sang Timur, Karangtengah, Tangerang, Cileduk Banten, semoga menjadi perhatian khusus pimpinan kita yang baru ini.
Hal-hal seperti itui tidak akan terjadi jika hukum ditegakkan tanpa pandang bulu: menindak tegas para pelanggar hak asasi manusia itu. Kiranya SBY dan MJK diberkati Tuhan supaya hak asasi rakyatnya yang tertindas bisa dipulihkan.
Rasa hormat, bangga dan pengharapan, juga kita patut alamatkan ke wakil-wakil kita di parlemen. Partai Damai Sejahtera (PDS) yang menempatkan 13 kadernya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Kita doakan supaya mereka mampu mewarnai lembaga legislatif dengan nilai-nilai kristiani. Jadilah seperti Yesus, yang datang ke dunia bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani semua umat manusia. Keberadaan Anda di lembaga terhormat itu pun harus bisa menjadi berkat bagi semua warga negara. Tekad Anda untuk senantiasa menyuarakan kebenaran, bahkan siap jika dikucilkan oleh sesama anggota dewan, jelas-jelas kami dukung dengan sepenuh hati.
BEBERAPA hari menjelang pergantian pemerintah, Senin 17 Oktober 2004, keluarga besar REFORMATA merasakan sukacita atas lahirnya anak pertama dari Celestino Reda, yang sehari-hari bertugas sebagai wartawan tabloid kesayangan kita ini. Dalam kesempatan ini, keluarga besar REFORMATA mengucapkan selamat menjadi ayah bagi Bung Celes -- begitu ia biasa kami sapa. Dan dengan status barunya itu, Bung Celes kami harapkan semakin bersemangat, khususnya dalam menghasilkan laporan/tulisan yang bagus dan menarik bagi pembaca REFORMATA.