Moment Inspirasi

Dosa Merajalela

Fri, 30 November 2012 - 15:55 | visits : 1452

Pdt. Bigman Sirait

Dosa semakin merajalela. Muncul dalam aneka cara, ia merambah dan kreatif, untuk terus mengembangkan daerah, untuk terus mengembangkan cara. Ya dosa memang luar biasa, dan untuk dosa, semua manusia sepertinya tak kehabisan ide melakukan apa saja.

Tetapi awas, dosa akan membawa kita kepada kehancuran yang mengerikan, penyesalan yang tak akan pernah terselesaikan. Ya, kita tak akan pernah kembali ke titik awal. Dan kita akan hancur di ujung sana.

Karena itu dosa harus dilawan dalam sebuah konfrontasi, yang ketat, berani mengatakan tidak kepada yang salah. Berani mengatakan tidak kepada dosa. Berani mengatakan tidak kepada tawaran-tawaran untuk melibatkan diri dalam ketidakbenaran. Berani mengatakan tidak, sekalipun ada resiko kehilangan kenikmatan. Berani mengatakan tidak sekalipun jabatan kemungkinan tak lagi menetap pada diri. Berani mengatakan tidak adalah sikap terpunji, jikalau tidak terhadap dosa.

Sebaliknya, berani mengatakan ya terhadap kebenaran, menjunjung tinggi dan melakukannya, maka itu akan melumpuhkan dosa. Berani melakukan kebenaran, sekalipun dituntut sebuah pengorbanan, maka itu akan memberikan harapan. Berani mengatakan kebenaran dalam kejujuran terhadap istri, suami, orang tua, anak, dalam pengabdian, berkarya, bekerja di dalam kehidupan, maka kebenaran yang dinyatakan akan menciptakan harapan. Harapan yang diciptakan akan memberikan kehidupan. Kehidupan yang ada akan menjadi sebuah cerita yang luar biasa.

Nah, selamat mengisi dunia dan melewati hari-hari kita dalam karya melawan dosa. Menangkan pertandingan dengan menegakkan kebenaran adalah kehormatan bagi manusia, karena anda manusia seutuhnya hanya kalau anda melakukan kebenaran. Anda bukan lagi manusia jikalau menjadi budak dosa.

Selamat menemukan diri yang masih manusia. ***

Comments


Group

Top