Profetik

Televisi Yang Penuh Arti

Author : Pdt. Bigman Sirait | Wed, 16 March 2011 - 14:59 | visits : 2624

Reformata.com - Manusia dalam mengerti suatu pesan ternyata sangat dipengaruhi dengan apa yang dilihatnya. Penglihatan memiliki persentase terbesar dalam penyampaian info dibanding suara apalagi gerak. Semua cara dalam usaha menyampaikan pesan memang sangat menarik lewat video.

Dalam bercerita pada anak-anak, penggunaan alat peraga sangat menolong dalam memak-simalkan info yang ingin disampaikan. Demikian pula dalam presentasi, maka peran power point, memang betul betul mempunyai power. Semua berkaitan dengan apa yang bisa dilihat. Demikian pula dengan televisi.

Di sana anda bisa melihat orang benyanyi, atau menyampaikan berita. Disana pula anda bisa menyaksikan ketegangan dalam film action, yang tak mungkin setegang itu jika disampaikan dalam bentuk tutur kata. Dan juga anda ikut menangis, haru karena menyaksikan tangisan yang diperankan secara baik lewat televisi. Semua kita tahu itu adalah acting. Tetapi semua kita juga setuju, bahwa kita terlibat secara emosi. Itulah kekuatan televisi. Memanfaat televisi untuk pemberitaan injil harus menjadi perhatian gereja Tuhan.

Televisi sangat kuat dan hebat. Kuat dalam menghadirkan langsung suasana seutuhnya, sekalipun tidak langsung, tetapi sangat terasa. Hebat karena jangkauannya yang jauh dan lebar. Dan yang terpenting, dibanding alat media lainnya kehadiran televisi lebih dinantikan oleh orang banyak. Dalam pela-yanan televisi PAMA sangat merasakan manfaat kehadirannya lewat sharing beberapa rekan. Secara pribadi saya sering bertemu dengan para pemirsa kita dipelbagai tempat.

Pendapat mereka sangat menantang saya pribadi untuk terus hadir dan meningkatkan mutu agar meng-gapai titik maksimalnya. Bukan hanya soal materinya saja, yang memang cukup baik dan variable, tetapi juga pengelolaan property yang digunakan untuk shotting. Hal ini menjadi tantangan bagi setiap anggota tim yang ada, yang sering mengisi dalam berbagai kesempatan yang ada. Biaya yang dikeluarkan memang tidak kecil, namun berbanding dengan dampak yang dihasilkan terasa tidak seberapa.

Sebuah pelayanan yang perlu konsentrasi, mengingat shotting itu melibatkan banyak orang, mulai dari tim PAMA sendiri hingga tim produksinya. Na-mun mengingat apa yang dihasilkan bisa menjadi berkat banyak orang, maka seluruh keringat yang tertumpah rasanya tak seberapa. Pemberitaan injil melalui tele-visi memang terasa sangat hidup. Saya sendiri beberapa kali menonton tayangan ini, dan mendapat berkat ter-sendiri. Karena itu, besarnya biaya produksi harus terus diupayakan.

Kita juga beru-saha secara bertahap meng-gencarkan komunikasi de-ngan para pemirsa dan meli-put komentar mereka sepu-tar pelayanan televisi PAMA. Kehadrian pelayanan melalui televisi yang sangat dinanti-kan seyogiyanya menghadir-kan kesukaan tersendiri bagi umat Tuhan dimanapun me-reka berada. Berbagai ide pengembangan terus diga-rap.

Diharapkan suatu waktu nanti PAMA menghadirkan produksi pelayanan televisi yang professional, tak kalah dengan program televisi pada umumnya. Kehadiran program PAMA saat ini dengan dua modul, yaitu talk show yang menghadirkan beberapa tamu dengan meng-angkat topik yang aktual. Yang kedua adalah format khotbah juga dengan tema-tema aktual.

Jadi PAMA tidak memin-dahkan program gereja yang di shotting ke televisi, melainkan memilih topik tersendiri yang mandiri. Ini adalah wujud tanggungjawab terhadap kinerja PAMA sebagai pelayanan media. Dalam waktu dekat akan dihadirkan program berdurasi pendek, dan menjalin kerjasama dengan televisi.

Di sisi lain persiapan produksi juga perlu dipersiapkan secara serius. Semua ini menjadi tantangan yang tidak kecil, dan ini adalah panggilan kehadiran PAMA didunia televisi. Melayani melalu televisi, dan mewarnai televisi dengan keteduhan firman Tuhan harus menjadi ambisi kita bersama. Mari kita bergandeng tangan menggarap pelayanan televisi yang menjangkau seluruh pelosok negeri. Soli Deo Gloria.

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top