Buku : Melewati Lembah Bayang Maut

IDR 50.000
Stock : Unlimited
Qty :

Description

Kematian adalah momok yang sangat ditakuti, itu setidaknya yang dipercayai sejumlah orang.  Mati, bagi mereka, berarti ketiadaan selamanya.  Mati adalah akhir segalanya.  Keterputusan hubungan dengan yang fana, dengan nikmatnya dunia dan relasi keluarga dan sesama.  Maka tak heran mati adalah sesuatu yang benar-benar ditakuti.  
Bukan sekadar soal apa itu mati dan bukan sekadar soal apa itu hidup.  Bukan pula soal mengapa takut mati atau takut hidup.  Tapi makna apa yang terkandung di balik hidup pun mati.  Buku ini tak sekadar mengulas definisi, bukan juga mengumpukan deretan ayat-ayat dari buku suci, tapi sebuah telaah kristis atas kesaksian yang dialami dan fenomena yang diamati.  

Buku ini tidak dimaksudkan untuk menambah perbendaharaan tumpukan buku kesaksian iman, atau lebih tepatnya kesaksian soal kematian, tapi ini adalah sebuah buku pengajaran tentang apa itu kematian.  Tentang mengapa ada kematian, dan bagaimana cara memandang kematian.  

Mengulas “historisitas” kematian dari zaman ke zaman.  Mulai drama yang terjadi di Taman Eden, di  era Pra Taurat; di Perjanjian Lama; perjanjian baru dan hingga saat ini.  Mengungkap dan mengkritisi banyak pandangan ganjil seputar kematian.  Buku ini memberikan  gambaran komprehensif dan Alkitabiah soal apa itu kematian.  Niscaya dapat mencerahkan dan memberi perspektif baru bagaimana memandang kematian.

Terdiri dari 8 bagian, buku ini menyimpan banyak kekayaan telaah pikir tentang kematian.  Bagian 1 menyuguhkan landasamn teologis dan kematian soal apa itu kematian.  Selanjutnya, bagian 2 sampai 4 menyuguhkan kisah pengalaman penulis “merasai” kematian. Lalu dilanjutkan dengan refleksi-refleksi Kristis tentang hidup dan mati.   Menjungkirbalikkkan pemahaman-pemahaman yang keliru atau kurang tepat, namun sudah terlanjur dipercaya umat.  Misalnya, pada bagian 5, penulis menyuguhkan soal “Jangan Hanya Takut Mati, tapi Belajarlah Takut Hidup”.  
Lalu soal kekaguman orang terhadap keterluputan orang dari kematian.  Padahal apa yang Tuhan maui bukan melulu soal mengagumi keajaiban dan keterlepasan orang dari kematian, tapi makna apa di balik keterlepasan itu.  
Buku ini mungkin tidak akan sesuai dengan harapan mereka yang merindukan kisah-kisah keajaiban.  Tapi akan sangat menolong bagi mereka yang ingin mencari makna terdalam di balik kematian.

Judul Buku : Melewati Lembah Bayang Maut
Penulis : Pdt. Bigman Sirait
Penerbit : Yayasan Pelayanan Media Antiokhia (YAPAMA)
Cetakan : 1
Tahun : 2016

Updated : 31 May 2017 - 14:56 | View : 140
Tags : Maut

Others

jQuery Slider
Top