Profetik

Reformasi Diri

Fri, 30 November 2012 - 15:41 | visits : 1873

Pdt.Bigman Sirait

Hidup adalah sebuah pergulatan tiada henti, terus “berkelahi”, antara kehendak untuk hidup benar dan tidak. Kehidupan lama, adalah hidup yang berorientasi pada diri, sementara pertobatan memalingkan kita kepada Yesus Kristus Tuhan. Hidup bukan lagi soal apa yang aku inginkan, melainkan apa yang Kristus inginkan. Ini terus-menerus menjadi tarik-menarik. Dalam Roma 12:2, Paulus mengingatkan umat agar tak menjadi serupa dengan dunia. Berkelahi agar menjadi berbeda, itu genderang perangnya. Umat digugat agar terus berproses dalam pembaharuan budi. Pembaharuan oleh Roh Kudus yang memproses diri, menuju, menjadi seperti kehendak Allah sepenuhnya, berkenan dan sempurna. Pembaharuan budi, adalah reformasi diri, yang menghasilkan perubahan, atau istilah populernya transformasi. Dalam perspektif umum, transformasi menjadi kerinduan besar untuk mencapai masyarakat yang diidamkan. Transformasi bergerak berdasarkan kekuatan ide yang ada, dan mengubah aspek yang dianggap perlu pembaruan. Sehingga melalui perubahan yang ada, terciptalah pembaruan. Jadi, dari transformasi dihasilkan reformasi. Inilah semangat umum. Bagaimana dengan ke Kristenan?

Dalam Kristen hal ini berjalan terbalik. Bukan dari transformasi ke reformasi, melainkan dari reformasi ke transformasi. Reformasi, pembaharuan yang terus menerus, yang dikerjakan bukan oleh kekuatan ide, melainkan oleh Roh Kudus. Reformasi inilah yang menghasilkan transformasi. Seorang yang telah diperbaharui hidupnya, akan berubah perilakunya, maka berubah pulalah cara dan tujuan hidupnya. Inilah semangat Reformasi, yang bukan oleh diri tetapi kemurahan Illahi. Memperbarui diri untuk sebuah perubahan yang sejati. Bersifat permanen, dan bukan situasional. Terus bergerak maju dalam nilai-nilai tinggi yang sesuai dengan Firman Tuhan, bukan sekadar tentang ide yang baik dan benar, yang bisa jadi bersifat sementara. Transformasi selalu bergantung pada isu yang ada. Jika dianggap kurang baik, maka harus dirubah, sehingga ada pembaruan. Tapi reformasi, sekali lagi, pembaharuan yang ada yang berlangsung terus menerus menciptakan perubahan yang baik dan benar. Transformasi, sejatinya adalah pergerakan dalam kehidupan bermasyarakat yang berbasiskan kekuatan sosial. Reformasi, adalah pergerakan keimanan yang berbasiskan kasih karunia Allah. Sangat berbeda bukan! Karena itu, jangan sampai gereja salah kaprah. Di isu masa kini, ada banyak didengungkan semangat transformasi oleh gereja. Sementara dalam ranah politik Indonesia, malah semangat reformasi yang terdengar. Ini rancu, karena memang basis berpikirnya berbeda. Yang menjadi masalah adalah gereja ketika salah menempatkan diri. Di era reformasi, semangat gereja adalah kembali kepada format yang sejatinya, yaitu sola fide, sola gratia, dan soal scriptura. Dan, semangat reformasi ini terus bergerak tiada henti sebagai motor, sehingga lahirlah semboyan;  Gereja yang diperbaharui terus menerus. Pembaharuan yang terus-menerus ini melahirkan perubahan-perubahan radikal yang mewarnai kehidupan masyarakat di mana reformasi hadir. Sebuah transformasi yang jelas terlihat dan terukur, sebagai hasil dari reformasi yang terus menerus. Sayang, gereja terjebak berjalan ditempat, sehingga reformasi macet. Gereja memimpikan perubahan, namun tidak menyadari, apalagi memperbaiki kemacetan yang ada. Ini ironi. Sehingga gereja terjebak merindukan transformasi, menggerakannya, padahal yang seharusnya dikerjakan adalah reformasi yang tiada henti. Gereja tersandung kepada bungkus perubahan, namun lalai dengan esensinya, yaitu pembaharuan oleh Roh Kudus. Ini menjadi PR besar bagi gereja.

Di bulan reformasi ini ada baiknya gereja merenung ulang, semangat reformasi. Sayangnya lagi, gereja lalai, dan telah melupakan peringatan yang ada. Jadi, bukannya membenahi semangat reformasi, malah terjebak membangun semangat transformasi dengan mengikut pola umum. Ah, betapa pentingnya gereja direformasi. Mari kita mulai dengan reformasi diri, menyerahkan diri hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Selamat hari reformasi.

See also

jQuery Slider

Comments


Group

Top